You are now being logged in using your Facebook credentials

Misi Damai Perayaan Sasak Day 2013 Di Yogyakarta

SasakDayWeb

RRI-Jogja News/L-09, Tarung Peresean, bagian dari upacara adat tarian kuno yang bersenjatakan tongkat rotan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat yang disakralkan oleh penduduk setempat ditampilkan pada hari Sabtu sore (20/04/13).dalam acara Sasak Day 2013 di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Selama upacara berlangsung, para petarung (Pepadu) menyerang satu sama lain dan menangkis sabetan lawannya dengan sebuah tameng terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Seni Peresean, bertujuan untuk menguji keberanian, ketangkasan dan ketangguhan seorang petarung dalam pertandingan.

Keunikan dari pertarungan Peresean adalah pesertanya tidak dipersiapkan sebelumnya karena para petarung diambil dari penonton sendiri ketika acara pertarungan dimulai. Ada dua cara untuk mendapatkan Pepadu, yaitu Pekembar Tengaq (wasit) menunjuk langsung calon Pepadu dari para penonton yang hadir, atau Pepadu yang telah memasuki arena pertarungan menantang salah satu penonton untuk melawannya.

Pertarungan diadakan dengan sistem ronde, terdiri dari lima ronde. Pemenang dalam Peresean ditentukan dengan dua cara yaitu: Pertama, ketika kepala atau anggota badan salah satu Pepadu mengeluarkan darah, maka pertarungan dianggap selesai dengan kemenangan di pihak yang tidak mengeluarkan darah.

Kedua, jika kedua sama-sama mampu bertahan selama lima ronde, maka pemenangnya ditentukan dengan skor tertinggi. Skor didasarkan kepada pengamatan Pekembar Sedi (wasit pinggir) terhadap jalannya pertarungan. Untuk menggugah semangat acara tarung di-iringi alunan musik. Ketika musik mengalun, para Pepadu harus berhenti bertarung dan menari mengikuti irama musik. 

Tetap eksisnya keberadaan tarung Peresean karena adanya keyakinan masyarakat bahwa darah yang menetes berhubungan dengan hujan; semakin banyak darah menetes, semakin besar peluang terjadinya hujan.

Selain Peresean, juga ditampilkan kesenian aseli Sasak seperti Tari Gendang Beleq Oncer, Tari Rudat dan Tari Gandrung. Perayaan Sasak Day di Yogyakarta di awali dengan karnaval Nyongkolan berangkat dari halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY Malioboro bergerak menuju ke Alun-Alun Utara.

Suatu hal yang menarik Yogyakarta dipilih menjadi ajang pengenalan ragam kesenian dan budaya masyarakat Nusa Tenggara Barat yang menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. didampingi Ketua Panitia Jien Tirta Raharja, Jogja merupakan potensi yang luar biasa untuk mengkampanyekan Tahun Kunjungan Lombok-Sumbawa, sekaligus membawa misi suci yakni pesan damai dari seluruh masyarakat NTB untuk warga Yogyakarta.

Sehubungan dengan digelarnya perayaan Sasak Day di Yogyakarta maka jalur Malioboro pada hari Sabtu ditutup selama dua jam, mulai pukul 14.00 WIB.

 

Dengarkan Podcast Berita :

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Share selected track on FacebookShare selected track on TwitterShare selected track on Google PlusShare selected track on LinkedIn

Login

Login With Facebook

info.anda