Pentingnya Conversational Commerce
Pentingnya Conversational Commerce

Pentingnya Conversational Commerce

Guna mempertahankan pelanggan, dan juga menambah konsumen baru maka suatu bisnis usaha perlu untuk selalu menjaga hubungan yang baik dengan para customer dan konsumennya. Komunikasi yang lancar dan terjalin hangat dan ramah serta jelas menjadi kuncinya. Layanan konsumen dalam bentuk Conversational Commerce ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha maupun juga untuk pengembangan usaha.

Penggunaan Conversational Commerce

Penerapan atau wujud conversational commerce bisa di berbagai saluran digital yakni berupa berinteraksi dengan para konsumen, seperti dengan aplikasi pesanan berupa Facebook Messenger, atau WeChat, atau juga Whatsapp atau bisa dengan melakukan upgrade platform penjualan dengan penambahan fitur chat, dan lain sebagainya. Secara lebih praktis di sisi konsumen dan para pelanggan maka daripada harus mengunjungi website, lalu mendaftarkan akun, atau melakukan pencarian di search engine guna menemukan produk yang diperlukan maka, sekarang customer bisa secara langsung bertanya dan juga melakukan transaksi lewat berbagai media komunikasi tersebut di atas dan melakukan komunikasi dua arah dengan secara lebih personal dan intens melalui aplikasi media social ataupun fitur chat  yakni dengan Facebook Messenger atau Whatsapp dan lain sebagainya tadi. Hal ini akan bisa lebih jelas dan memuaskan bagi tiap pelanggan yang mengalami kendala atau permasalahan dengan produk yang telah dibelinya ataupun juga dimanfaatkan oleh para konsumen baru yang tertarik dan ingin lebih mengetahui mengenai rincian produk yang hendak dibelinya.

Pentingnya Conversational Commerce

Kepuasan manusia sebagai customer pelanggan ataupun calon konsumen baru menjadi hal yang penting untuk selalu diperhatikan karena akan sangat menentukan keputusan transaksi jual belinya. Perlu diingat selalu bahwa konsumen ialah raja. Oleh sebab itu maka perlu selalu dijaga kepuasannya dan tingkat kepercayaannya dengan menjalin suatu komunikasi dua arah yang persuasif dan jelas serta hangat dan ramah. Dengan begitu maka perusahaan akan bisa mendapatkan tambahan konsumen baru yang tertarik dengan produk yang dijual  baik itu dalam bentuk produk barang atau produk jasa, dan lalu melakukan transaksi pembelian. Begitu juga dengan konsumen lama atau para customer pelanggan yang lalu akan melakukan repeat order pembelian berulang kali atau repurchasing karena merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan menggunakan produk yang dijual. Conversational commerce berkaitan dengan pemanfaatan chat, juga aplikasi perpesanan, ataupun berbagai sistem komunikasi yang lainnya yang memungkinkan konsumen untuk melakukan transaksi secara online ecommerce lewat percakapan kasual dengan pihak perusahaan. Investasi atau anggaran biaya pengadaan untuk pertama kalinya maupun selanjutnya selama pelaksanaannya mungkin saja akan memerlukan biaya yang cukup besar, terutama untuk pengadaan dan maintenance tenaga SDM (Sumber Daya Manusia) nya  yang bertugas untuk menjawab dan berinteraksi dengan para konsumen yang bertanya lewat chat, yakni seperti pramuniaga atau penjawab telepon atau agen pusat panggilan secara digital, dan lain sebagainya. Namun hasilnya akan sebanding. Guna melakukan penghematan maka bisa melakukan otomatisasi jawaban dengan memasang mesin penjawab atau answering machine, meski hasilnya nanti juga agak kurang memuaskan dan tidak seoptimal jika menggunakan penjawab berupa tenaga manusia. Customer bisa dilayani oleh representatif layanan pelanggan atau chatbot. Perkembangan teknologi chatbot terkini terus berkembang sehingga memungkinkan bot untuk bisa memahami dan berinteraksi serta meniru kemampuan manusia dalam menyaring informasi, juga guna menciptakan percakapan yang lebih rinci dan secara terpersonalisasi. Bot bisa dimanfaatkan untuk menangani hal-hal yang lebih sederhana dan rutin berulang, yakni seperti untuk melayani pembelian, atau melacak paket, juga mengupdate akun, dan lain sebagainya.

Itulah pentingnya Conversational Commerce. Perlu diingat bahwa bagaimanapun penentu suatu akhir dari keputusan transaksi jual beli itu ialah para konsumen dan customer yang adalah manusia. Jadi perlu dijaga dan dijalin suatu komunikasi yang baik dengan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *